Aug 25, 2015

MENYUSUN RANCANGAN PENELITIAN

B. Pengertian Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang tertuang dalam suatu kesatuan naskah secara ringkas, jelas, dan utuh.
  1. C. Manfaat Rancangan Penelitian Sosial
Manfaat rancangan penelitian sosial antara lain :
  1. Rancangan penelitian memberi pegangan yang jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian.
  2. Rancangan penelitian menentikan batas-batas peneltian yang berhubungan dengan tujuan penelitian.
  3. Rancangan penelitian memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan-kesuliatan yang akan dihadapi saat penelitian.
  4. D. Syarat-syarat Rancangan Penelitian
Syarat-syarat rancangan penelitian antara lain :
  1. Sistematis, atinya unsur-unsur yang ada dalam rancangan penelitian harus tersusun dalam urutan yang logis.
  2. Konsisten, artinya terdaapt kesesuaian  diantara unsur-unsru tersebut.
  3. Operasional, artinya dapat menjelaskan bagaimana penelitian itu dilaksanakan.
  4. E. Isi Rancangan Penelitian
Isi rancangan penelitian atau proposal penelitian adalah :
  1. Latar belakang masalah.
  2. Rumusan masalah penelitian.
  3. Tujuan dan manfaat penelitian.
  4. Tinjauan kepustakaan.
  5. Hipotesis.
  6. Batasan konsep.
  7. Metodologi penelitian.
  1. F. Menentukan Topik Penelitian
Topik penelitian adalah pokok permasalahan dari suatu penelitian. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan topik penelitian adalah :
  1. Topik harus terjangkau oleh peneliti.
  2. Topik dipandang penting dan menarik untuk diteliti.
  3. Topik harus memiliki kegunaan praktis dan teoritis.
  4. Topik yang akan diteliti harus didukung data yang cukup.
  5. Topik yang diteliti harus memungkinkan dengan dukungan dana yang ada.
  6. G. Menentukan Judul Penelitian
Fungsi judul penelitian adalah menunjukkan kepada pembaca inti dari objek penelitian, subjek penelitian, dan sifat penelitian yang digunakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan judul penelitian antara lain :
  1. Judul ditulis singkat, padat dan jelas.
  2. Judul mencerminkan spesifikasi masalah penelitian yang diteliti.
  3. Judul membuat variabel-variabel utama yang dilibatkan dalam penelitian.
  4. Judul menyebutkan secara jelas jenis hubungan antarvariabel.
  5. Judul mengungkapkan objek yang diteliti.
  6. H. Merumuskan Masalah Penelitian
Masalah penelitian adalah suatu pertanyaan yang mengungkapkan adanya hubungan antar variabel yang ingin ditemukan jawabannya. Masalah muncul manakala terjadi kesenjangan antara kenyataan dengan harapan.
Sumber masalah penelitian dapat diambil melalui :
1)      Literatur.
2)      Diskusi, seminar, simposium, dan lain-lain.
3)      Pernyataan pemegang otoritas.
4)      Pengamatan sepintas.
5)      Pengalaman pribadi.
6)      Perasaan intuitif.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan masalah adalah :
1)      Menggunakan kalimat pertanyaan.
2)      Mengungkapkan variabel-variabel penelitian.
3)      Mengungkapkan jenis hubungan antarvariabel yang ada.
4)      Mengungkapkan objek penelitian.
Bentuk-bentuk masalah penelitian antara lain :
1)      Permasalahan deskriptif.
2)      Permasalahan komparatif.
3)      Permasalahan asosiatif.

  1. I. Menentukan Populasi
Populasi adalah seluruh unsur atau elemen yang menjadi anggota dalam suatu kesatuan yang akan diteliti.
  1. J. Menentukan Sampel
Sampel adalah bagian populasi yang dipilih untuk penelitian yang karateristiknya dianggap mewakili seluruh populasi.
Langkah-langkah dalam pemilihan sampel, yaitu :
  1. Menentukan karakteristik populasi.
  2. Menentukan teknik pemilihan sampel.
  3. Menentukan besar sampel.
  4. Memilih sampel.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan sampel antara   lain :
1)      Homogenitas.
2)      Banyak tidaknya variabel ekstra.
3)      Perlu tidaknya melakukan analisis subkelompok.
4)      Tersedia tidaknya tes statistik.
Teknik-teknik pengambilan sampel antara lain :
1)      Sampel acak sederhana (simple random sampling).
2)      Sampel stratifikasi (stratified sampling).
3)      Sampel rumpun (cluster sampling).
4)      Sampel purposif (purposive sampling).
5)      Sampel insidental (insidental sampling).
6)      Sampel bola salju (snow ball sampling).
  1. K. Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian sosial mengenal dua pendekatan, yaitu :
  1. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang berusaha untuk mengungkapkan kenyataan sosial dengan melihat saling ketergantungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Termasuk dalam metode ini adalah metode peneltian survey dan metode eksperimen.
  2. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang berusaha menangkap kenyataan sosial sebagai keseluruhan utuh, dan tuntas sebagai satu kesatuan kenyataan. Termasuk dalam metode ini adalah metode grounded research, metode etnografis, dan metode historis.
Jenis-Jenis Penelitian
Secara umum, penelitian dapat dibagi dalam enam kelompok besar, yakni berdasarkan tujuan, metode atau pendekatan, taraf penjelasan, data yang terkumpul, tujuan umum, dan tempat pelaksanaan.
Penjenisan penelitian menurut tujuannya
Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat digolongkan menjadi dua kelompok berikut.
  1. Penelitian Dasar (basic research) Kegiatan utama penelitian dasar adalah mengumpulkan informasi untuk menyusun konsep dan hubungan, serta penjalinan teoritik untuk menemukan prinsip-prinsip umum mengenai suatu topik (permasalahan) tertentu yang nyata dalam kehidupan. Contohnya, penelitian yang dilakukan Max Planck dengan penemuan “Quantum Theory’ atau Einstein dengan teori relativitasnya.
  2. Penelitian Terapan (applied research) Penelitian ini berusaha mengumpulkan informasi untuk membantu usaha memecahkan suatu persoalan di dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian terapan diarahkan pada penggunaan hasil penelitian secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian terapan biasanya terbatas pada problem yang menjadi obyek penelitian saja dan tidak diterapkan pada masalah yang lebih luas.
Contohnya: Penelitian tentang hubungan atau relasi para pegawai suatu kantor. Penelitian ini menyajikan data yang bermanfaat guna penyusunan suatu sistem kerja yang efisien serta sistem kepemimpinan yang tepat.
Penelitian evaluasi termasuk jenis penelitian terapan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur atau menilai pelaksanaan program. Jadi, seandainya kita telah selesai melaksanakan suatu program yang telah kita susun, kita mengadakan suatu pengkajian atas berhasil atau tidaknya pelaksanaan program tersebut. Jika ada kekurangan dalam pelaksanaannya, untuk masa yang akan datang kita bisa melakukan hal-hal yang lebih baik. Dengan demikian, kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Penjenisan penelitian menurut metodenya
Berdasarkan metodenva, penelitian dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.
  1. Penelitian Historik
Penelitian historik berusaha mengkaji peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau. Penelitian ini berdasarkan pada gambaran tertulis maupun lisan dan objek penelitian. Tujuannya adalah membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif. inisalnya, penelitian tentang praktik-praktik administrasi pada zaman Kerajaan Hindu- Buddha.
  1. Penelitian Survei
Penelitian survei bertujuan memperoleb informasi yang sama atau sejellisnva dan berbagai kelompok atau orang dengan angket atau wawancara secara pribadi. Penelitian survei biasanya lebih sulit dibanding dengan penelitian eksperimen. Secara umum, penelitian ini bertujuan inemecahkan masalahmasalah praktis dalam kehidupan sehari-hari, inisalnya konflik antar-etnis. Metode penelitian survei banyak digunakan oleh para peneliti sosial di Indonesia untuk mengkaji berbagai fenomena sosial.
  1. Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen merupakan jenis penelitian yang memanipulasi (mengatur, merekayasa) atau mengontrol situasi alamiah menjadi situasi buatan (artificial) sesuai dengan tujuan penelitian. Misalnya, pengkajian tentang “pengaruh kurikulum terhadap prestasi belajar”. Caranya adalah dengan melakukan uji coba terhadap dua kelompok murid. Kelompok pertama diberi pelajaran berdasarkan kurikulum lama. Kelompok kedua diberi pelajaran berdasarkan kurikulum baru. Setelah satu semester, diadakan tes hasil belajar untuk melihat prestasi belajar kedua kelompok murid tersebut. Jika terdapat perbedaan, inisalnya tingkat pengetahuan yang diberikan pelajaran berdasarkan kurikulum baru lebih tinggi, dapat dikatakan bahwa tingginya tingkat pengetahuan murid disebabkan oleh pelajaran yang diberikan berdasarkan kurikulum baru.
  1. Penelitian Observasi
Penelitian observasi bertujuan memperoleh informasi secara langsung dan tingkah laku orang yang diamati. Saat melakukan penelitian itu juga, si peneliti dapat mencatat maupun merekam langsung data yang diperoleh.
Penjenisan penelitian menurut taraf pemberian informasi
Penelitian jenis ini dapat dibedakan menjadi 3, yaitu deskriptif,
eksplanasi, dan eksplorasi.
  1. Penelitian deskriptif menghasilkan penelitian yang tarafnya memberikan penjelasan mengenai gambaran tentang ciriciri suatu gejala yang diteliti. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya. Penelitian deskriptif hanya merupakan penyingkapan fakta. Dalam penelitian ini, peneliti hanya melukiskan, memaparkan, dan melaporkan suatu keadaan, suatu objek, atau suatu peristiwa tanpa menarik kesimpulan umum.
  2. Penelitian eksplanasi, menghasilkan penelitian yang lebih lengkap dibandingkan penelitian deskriptif. Penelitian jenis ini tidak hanya menjawab pertanyaan “apa?” (what) atas suatu persoalan, tapi juga akan menggambarkan mengapa suatu persoalan dapat muncul (why?). Penelitian jenis ini akan menghasilkan sebuah kesimpulan baik itu berupa asosiatif atau kausalitas.
Asosiatif adalah penelitian yang menjelaskan hubungan antara dua variabel atau ebih, tetapi tidak membuktikan variabel mana yang jadi penyebab dan mana yang akibat. Kausalitas adalah penelitian yang memberikan penjeasan secara konkret tentang variabel mana yang penyebab dan mana yang akibat.
  1. Penelitian eksplorasi, menghasilkan penelitian yang sangat dalam. Penelitian ini dapat menjawab pertanyaan kenapa (what), mengapa (why) bahkan pertanyaan bagaimana (how) dan suatu fenomena sosiaL Penelitian ini tidak hanya menggambarkan sebuah fenomena sosial, tapi juga menjeaskan mengapa fenomena sosial terjadi dan juga bagaimana fenomena sosial tersebut ada dan diterima masyarakat.
Contoh :
Tema         : Penggunaan narkoba di kalangan pelajar.
Judul          :
  1. Penelitian ekplanasi    : Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Pelajar
Menggunakan Narkoba.
  1. Penelitian deskriptif     : Penggunaan Narkoba di Kalangan Pelajar SMU.
  2. Penelitian eksplorasi   : Proses atau Bagaimana Seorang Pelajar Terkena
Narkoba.
Dari contoh di atas, dapat dilihat bahwa masing-masing jenis penelitian akan memberi penekanan yang berbeda terhadap tema penelitian yang sama.
Penjenisan penelitian menurut pendekatan dan data yang dikumpulkan
Berdasarkan pendekatan, penelitian dibagi menjadi penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.
  1. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menekankan pada jumlah data yang dikumpulkan. Penelitian ini hanya melihat data pada lapisan permukaan, seperti data tingkat pendidikan karyawan, jenis pekerjaan, dan besarnya penghasilan. Data yang diperoleh akan dianalisis secara statistik. Penelitian jenis ini menggunakan teknik survei.
  2. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada kualitas data atau kedalaman data yang dapat diperoleh. Teknik yang digunakan adalah wawancara. Data untuk jenis penelitian ini tidak dianalisis dengan statistik.
Penjenisan penelitian menurut tempat pelaksanaannya
Berdasarkan tempat pelaksanaannya, penelitian dapat dibedakan seperti berikut.
  1. Penelitian laboratorium. Dilakukan daam suatu tempat khusus untuk mengadakan studi ilmiah dan kerja ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan data, mengadakan analisis, mengadakan tes, serta memberikan interpretasi terhadap sejumlah data sehingga kecenderungan gerak gejala sosial ke dalam suatu masyarakat tertentu dapat diranialkari. Objek penelitian ini dapat berupa masalah yang bersifat teoretis dan masalah yang beisifat praktis. Biasanya, penelitian laboratorium dilakukan oleh sebuali tim dengan anggota dan berbagai disiplln ilmu.
  2. Penelitian lapangan. Dilakukan dalam kehidupan sebenarnya. Misalnya, penelitian tentang kehidupan para pengemudi bajaj, harga pasaran, atau masalah religiusitas remaja. Penelitian ini pada hakikatnya merupakan metode untuk menemukan secara khusus dan realistis apa yang tengah terjadi pada masyarakat.
  3. Penelitian perpustakaan (kepustakaan). Bertujuan mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan berbagai materi yang terdapat perpustakaan. Misalnya, buku-buku, majalah, naskah-naskah, catatan, kisah sejarah, dan dokumen. Pada hakikatnya, data yang diperoleh dengan jalan penelitian perpustakaan tersebut dijadikan fondasi dan alat utama bagi praktik penelitian di lapangan.
Metode Penelitian
Dalam bagian metodologi, paling tidak terdapat lima bagian inti, yakni jenis penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan unit analisis.
Jenis penelitian
Jenis penelitian pada intinya merupakan bentuk penelitian yang ingin dilaksanakan oleh peneliti. Jenis penelitian berkaitan erat dengan masalah penelitian dan cara atau teknik pengumpulan data.
Contoh: Bila masalah penelitian adalah mencari hubungan antarvariabel, maka jenis penelitian yang tepat adaah penelitian ekspanasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner atau wawancara.
Teknik pengumpulan data
Sebelum membahas teknik pengumpulan data, kita perlu mengetahui data terlebih dahulu. Secara umum, data terbagi atas data primer dan data sekunder.
  1. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dan lapangan penelitian, seperti data yang diperoleh dan kuesioner yang dibagikan atau dan wawancara langsung dengan objek penelitian.
  2. Data sekunder adaah data yang diperoleh tidak langsung dan lapangan, inisalnya dan koran, dokumen, dan bacaan lainnya.
Dalam penelitian sosial, teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah kuesioner atau angket, wawancara, observasi, dan dokumenter. Teknik yang digunakan tergantung pada rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis, dan sampel yang digunakan. Contohnya, bila sampel yang digunakan dalam jumlah besar, teknik pengumpulan data yang tepat digunakan adalah teknik kuesioner. Namun, dalam penelitian sosial, biasanya para peneliti menggunakan lebih dan satu teknik pengumpulan data untuk mengurangi kesalahan atau bias data dan teknik yang digunakan.
Teknik-teknik pengumpulan data tersebut memiliki alat atau instrumen pengumpulan data masing-masing. Teknik kuesioner menggunakan instrumen kuesioner atau angket. Teknik wawancara menggunakan instrumen pedoman wawancara. Teknik observasi menggunakan pedoman observasi dan check list. Teknik dokumenter menggunakan instrumen pedoman dokumentasi.
Teknik analisis data
Teknis analisis data merupakan cara mengolah data yang telah diperoleh dan lapangan. Hasil analisis data ini merupakan jawaban atas pentanyaan masalah.
Teknik analisis data harus disesuaikan dengan jenis penelitian. Berdasarkan hal tersebut, teknik analisis data dibagi atas dua macam teknik, yakni teknik analisis data secara kuantitatif dan teknik analisis data secara kualitatif. Teknik analisis data secara kuantitatif menggunakan rumus-rumus statistik dalam mengolah data. Teknik analisis secara data kualitatif menggunakan analisis kualitatif atau nonstatistik. Lebih jauh tentang teknik analisis ini dapat kita pelajani pada bagian lain buku ini.
Unit analisis
Unit analisis merupakan satuan penelitian. inisalnya, sebuah organisasi (sekolah, pemda, DPR, dan sebagainya), kelompok masyarakat (golongan miskin, pengangguran, mahasiswa, dan sebagainya), dan individu.
Aktivitas
Seorang peneliti ingin meneliti tentang kecenderungan anak-anak untuk menghabiskan waktu Iuangnya untuk bermain playstation. Untuk itu, setiap hari ia pergi ke tempat-tempat penyewaan playstation. Dalam rancangan penelitian, bagian kegiatan apakah yang dilakukan si peneliti ketika berada di tempat penyewaan playstation? Diskusikanah dengan kelompok Anda. Lalu, tulis hasil diskusi Anda dalam uraian analitis!
Cara-Cara Pengambilan Sampel Penelitian
Proses pengambilan sampel terdiri atas 2 jenis, yaitu probabilita dan non-probabilita.
Sampel random atau sampel acak atau sampel campur (random sample)
Dalam metode ini, peneliti mencampur subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. Dengan demikian, peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan (chance) untuk dipilih menjadi sampel. Setiap subjek yang terdaftar sebagai populasi diberi nomor urut sebanyak populasi yang ada.
Jumlah sampel untuk tiap populasi biasanya didasarkan pada hal-hal berikut.
  1. Kemampuan peneliti dilihat dan segi waktu, tenaga, dan dana.
  2. Sempit atau luasnya wilayah pengamatan dan setiap subjek karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.
  3. Besar kecilnya risiko yang ditanggung oleh peneliti. Untuk penelitian yang berisiko besar, hasilnya akan lebih baik jika sampelnya lebih besar. Kebanyakan peneliti beranggapan bahwa semakin banyak sampel, atau semakin besar presentase sampel dan populasi, maka hasil penelitiannya akan semakin baik, misalnya, jika subjeknya berjumlah seratus orang, lebih baik diambil semua dan jika lebih besar dapat diambil sekitar 10% – 15% atau 20% – 25%.
Misalnya, penelitian yang akan dilakukan adalah “tingkat kedisiplinan siswa di salah satu SMA 5 Magelang berpengaruh terhadap prestasi belajar”.
Langkah-langkah yang kita ambil adalah sebagai berikut.
  1. Mendata berapa banyak jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut. Jika jumlahnya, misalnya, mencapai 500 orang siswa, kita boleh mengambil untuk sampel sekitar io% – 15 % dan jumlah siswa tadi.
  2. Memberi nomor sesuai dengan jumlah populasi, yaitu dan nomor satu sampai dengan yang terakhir (menggunakan angka). Misalnya, karena siswa berjumlah 500 orang, penomoran dilakukan dan nomor 1 sampai dengan 500.
  3. Menentukan subjek yang akan dijadikan sampel penelitian.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengambilan sampel random dapat dilihat pada tabel berikut.
Undian/Acak/ Random Langkah pertama Hitong jumlah populasi yang terdapat d tempat penelitian (misal, di salah satu sekolah jumlah siswanya ada 500 orang).
Langkah kedua Ambil 10% dan jumiah populasi. inisalnya, 10/100 x 500 = 50 orang.
Langkah ketiga Buat guntingan kertas undian sebanyak populasi kemudian beri nomor pada gulungan kertas tersebut, yaitu nomor 1 sampai dengan 500.
Langkah keempat Ambil secara acak nomor gulungan kertas tersebut sebanyak sampel yang dipenlukan. Nomor yang terambil itulah yang kemudian dijadikan sebagai sampel penelitian.
Ordinal Langkah pertama Beri nomor urut setiap gulungan kertas sesuai dengan jumlab populasi (500 orang).
Langkah kedua Buat lima gulungan kertas, kemudian ben nomor (nomor 1 sampai 5). Setelah itu, dan Jima gulungan tadi kita ambil satu nomor. Kertas gulungan kita buka. Yang terambil itulah yang dijadikan sampel untuk mengawali pengambilan nomor.
Langkah ketiga MisaInya yang kita ambil adalab nomor 2. Oleh karena sampel kita butuhkan hanya 50 sedangkan populasi ada 500, maka besarnya sampel adalah sepersepuluhnya.
Langkah keempat Dan 500 nomor yang ada, maka kita mulai menganl subjek untuk sampel adalah dad nomon 2, 7, 12, 17, 22,
dan seterusnya sampai berjumlah 50 subjek. Nomor-nomor yang terpilih itulah yang akan dijadikan sampel penelitian.
Sampel berstrata (stratified sample)
Apabila peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkat-tingkat atau strata, pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random karena setiap tingkatan harus terwakili.
Contoh, kita akan melakukan penelitian di salah satu SMA tertentu. Yang akan diteliti adalah tentang tingkat kedisiplinan siswa. Untuk itu, setiap jenjang tingkatan harus terwakili. Artinya, dan siswa kelas satu sampai kelas tiga harus terdapat wakil yang akan dijadikan sampel penelitian. Sampel berstrata digunakan apabila kita berpendapat bahwa ada perbedaan ciri atau karakteristik antara strata-strata yang ada, sedangkan perbedaan tersebut mempengaruhi variabel.

Sampel wilayah (area probability sample)
Sampel wilayah adalah teknik sampling yang dilakukan dengan mengambil wakil-wakil dan setiap wilayah yang terdapat daam populasi. Sampel wilayah dilakukan apabila ada perbedaan ciri antara wilayah yang satu dan wilayah yang lain. Contohnva, kita akan meneliti keberhasilan program Keuarga Berencana (KB) di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena keadaan setiap populasi itu berbeda, kita harus membuat sampel dan selurub populasi sehingga hasilnya mencerminkan keberhasilan KB di seluruh wilayah Indonesia.
Sampel proporsi (proportional sample atau sampel imbangan)
Teknik pengambilan sampe proporsi atau sampel imbangan dilakukan untuk menyempumakan penggunaan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah. Agar pengambilan sampel representatif, jumlah sampel atau wakil untuk setiap wilayah dibuat seimbang sesuai dengan jumlah populasinya. Contoh, di provinsi A, jumlah penduduk yang mengikuti KB 500 orang. Kita ambil inisalnya 3% dan 500 orang, yaitu sebanyak 15 orang saja. Di Provinsi B, jumlah penduduk yang mengikuti KB hanya ada 300 orang. Sampel yang diambil adalah 3% dan 300,. yaitu 9 orang. Dengan cara seperti itu, akan terlihat keseimbangan dalam menentukan peserta KB yang dijadikan sampel penelitian.
Sampel bertujuan (purposive sample)
Sampel ini dilakukan dengan cara pengambilan subjek bukan didasarkan pada strata, random, atau wllayah, tetapi pada tujuan tertentu. Penggunaan metode ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan. inisalnya, karena keterbatasan waktu, tenaga, ataupun dana, kita tidak bisa mengambil sampel yang besar. Syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut.
  1. Pengambilan sampel hams didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karakteristik tertentu yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.
  2. Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.
  3. Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuuan.
Contoh: peneliti akan mengadakan penelitian tentang “Pengaruh minat belajar siswa SMA terhadap peningkatan prestasi di seluruh Indonesia”. Sampel penelitian yang diambil dan kota-kota besar misalnya, Jakarta, Medan, dan Yogyakarta. Sebagai imbangannya, dipilih beberapa sekolab yang ada di kota-kota kecil.
Sampel kuota (quota sample)
Dalam pengumpulan data, peneliti menghubungi subjek yang memenuhi persvaratan ciri-ciri populasi tanpa menghiraukan dan mana asalnya. Biasanya, yang dihubungi adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memenuhi jumlah yang ditentukan.
Teknik sampling ini tidak mendasarkan din pada strata atau daerah, tetapi pada jumlah yang sudah ditentukan. Contohnya, kita ingin mengambil sampel 100 orang yang berubah. Setelah menentukan jumlah 100 orang, kita mencarinya di mana saja sampai didapatkan jumlah 100 orang yang telah ditentukan.
Sampel kelompok (cluster sample)
Dalam menentukan jenis cluster atau kelompok, harus dipertimbangkan ciri yang ada. Di masyarakat, dapat kita jumpai kelompok-kelompok yang bukan merupakan kelas atau strata. Contohnya, untuk sekolah, ada sekolah negeri, sekolah swasta, sekolah bersubsidi, dan seterusnya. Kelompok pegawai negeri, TNI, padagang, nelayan, buruh, dan sebagainya. Untuk itu, perlu kecermatan seorang peneliti.

0 comments:

Post a Comment

statistics

Powered by Blogger.